Kamis, 02 Agustus 2012

Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa

Bau mulut atau nafas yang tidak sedap, bagi kebanyakan orang merupakan suatu hal yam membuat malu. Tingginya kepercayaan diri akan luntur, jika penyakit yang satu ini hinggap pada diri kita. Percuma jika baju udah rapi, rambut potongan parlente, parfum kelas dunia, jika nafas tak sedap melanda? Semua seolah-olah hancur. Ingin memulai percakapan dengan seseorang jadi mesti hati-hati. Apalagi kalo udah ketemu gebetan, bisa gagal dah kencan indahnya.



Penyebab Munculnya Bau Mulut

1. Bau mulut muncul karena faktor kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut itu sendiri.

Gigi dan mulut yang kurang bersih faktor pemicu pertama timbulnya nafas tak sedap. Bakteri dan mikroorganisme yang bersembunyi di bawah lidah dan diantara sela-sela gigi akan menimbulkan racun dan bau yang tak sedap. Sariawan maupun gusi yang bengkak juga berpengaruh terhadap aroma nafas kita. Aroma napas tak sedap yang muncul akan lebih menyengat pada mereka yang memiliki masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, plak gigi, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis

Amandel, Tonsil atau amandel juga menyebabkan munculnya bau mulut. Crypst atau lubang di dalam amandel, jadi tempat menempel sisa-sisa bekas makanan dan sehingga menjadi tempat bersarangnya bakteri

2. Faktor Asal makanan maupun minuman yang dikonsumsi

Sudah bukan rahasia lagi, bawang putih, durian dan jengkol penyebab bau mulut tak sedap, meski kita sudah menyikat gigi. Hindari kopi dan merokok juga.

3. Bau mulut karena gangguan organ tubuh dan penyakit tertentu

Diet rendah karbohidrat juga menyebabkan ketosis, pembakar lemak di tubuh yang menyebabkan bau naga.
Bau mulut juga bisa jadi pertanda adanya penyakit seperti infeksi saluran napas, infeksi sinus kronis, diabetes, gangguan ginjal, lever, dan asam refluks kronis.

Mulut kering atau xerostomia juga dapat menyebabkan bau mulut. Ludah diperlukan untuk melembabkan dan menetralkan asam yang diproduksi plak, juga mencuci sel-sel yang mati yang terkumpul di lidah, gusi, dan dagu. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel ini akan menyebabkan bau mulut. Mulut kering bisa jadi disebabkan oleh pengobatan tertentu, masalah pada kelenjar ludah atau pengobatan saluran napas yang dilakukan lewat mulut.

Nah, hubungannya dengan orang yang sedang berpuasa bagaimana? Ya jelas Bau mulut pada orang yang sedang berpuasa muncul karena berkurangnya produksi air liur dan kebersihan rongga mulut yang tidak terawat dengan baik. Mekanisme air liur mencegah timbulnya bau mulut dengan menyapu sisa-sisa makanan dan juga bakteri yang ada dalam rongga mulut sehingga dengan sendirinya menjaga kebersihan rongga mulut. Kondisi keringnya air liur ini menyebabkan populasi bakteri yang bersarang di rongga mulut meningkat pada saat berpuasa.


Cara Mengatasi Bau Mulut

Dari berbagai penyebab bau mulut di atas, tentu paling tidak ada beberapa usaha yang perlu kita lakukan, tentu saja setelah kita tahu dan introspeksi diri apa saja penyebabnya.

Satu prinsip utama untuk mencegah menculnya bau mulut tentu saja adalah menjaga kebersihan Mulut itu sendiri. Kebersihan mulut bisa dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur, namun... menyikat gigi saja tidaklah cukup. Perlu tambahan antibakteri semacam obat kumur. Ada yang mengatakan perlu juga menyikat lidah untuk membersihkannya, ini ada benarnya karena permukaan lidah terdiri dari papila-papila (rongga-rongga) yang menjadi tempat menempelnya serpihan-serpihan kecil sisa makanan. Kondisi ini menyebabkan lidah menjadi tempat yang potensial untuk perkembangan bakteri-bakteri penyebab bau mulut

Hindari makanan yang dapat menimbulkan bau mulut.

Jangan konsumsi makanan yang berpotensi meninggalkan aroma menyengat seperti bawang, petai, jengkol dan durian. Hindari pula rokok dan alkohol karena berpengaruh dan mengurangi produksi air liur.

Sebaliknya konsumsi pula makanan yang berserat dan mengandung banyak air, seperti sayur-sayuran seledri dan mentimun dan buah-buahan seperti apel, bengkoang, wortel dan yang banyak mengandung vitamin C.

Keju banyak mengandung banyak fosfat yang dapat membantu memperbanyak produksi air liur. Tentu saja yang paling penting adalah banyak minum air putih, agar cairan tubuh dapat terjaga selama berpuasa.

Jika anda sedang tidak berpuasa bisa mengkonsumsi permen karet. Bau mulut akan berkurang jika air liur lancar, dengan mengunyah permen karet, aiur liur akan lancar. Pilihlah permen karet yang mengandung gula alami seperti Xylitol dan sorbitol.

Nah demikian beberapa tips cara mengatasi bau mulut saat berpuasa. Pada dasarnya bau mulut pada orang yang berpuasa, mau tidak mau pasti akan terjadi pada setiap orang berpuasa tersebut, namun setidaknya kita bisa menguranginya dengan upaya-upaya tadi. Selamat Berpuasa Ramadhan.

Artikel Terkait

0 comments:

Posting Komentar